oleh

Warga Tambusai Timur Demo Soal Lahan Di Kuasai PT. Hutahaean, Kemungkinan Berlanjut Ke Istana Negara

Pasir Pengaraian – Persoalan sengketa lahan yang di kuasai sekitar kurang lebih 2.380 Hektar oleh PT. Hutahaean, belum selesai-selesai juga sejak tahun 2004, hari ini (18 Juli 2019), warga Tambusai Timur mengadakan aksi demo di Kantor Bupati Rokan Hulu menuntut penyelesaian dan keadilan mengenai permasalahan tersebut.

Koordinator Lapangan Aksi Demo Perum Hasibuan yang di jumpai di depan Kantor Bupati Rokan Hulu oleh Jefrianto Wartawan Liputan dari rokanhulunews.com, pada hari ini kamis 18 Juli 2019 pukul 14.00 Wib, memberikan isi pernyataan mereka dalam melakukan aksi demo di Kantor Bupati Rokan Hulu.

“Kami minta ganti Kapolres yang baru, mudah-mudahan dengan Kapolres yang baru, nantinya bisa di selesaikan masalah tanah yang di kuasai oleh PT. Hutahaean itu kurang lebih 2.380 hektar, yang dahulunya kita satu desa, namanya Desa Tambusai Timur, sekarang setelah pemekaran, maka namanya Desa Tingkok dan Desa Tambusai Timur, desa di perbolehkan masuk ke kantor DPR dan surat ini kami kirimkan juga ke Presiden supaya permasalahan dapat di selesaikan”, kata Perum Hasibuan.

Aksi Demo Warga Tambusai Timur Ke Kantor Bupati Rokan Hulu
Korlap Aksi Demo

Masalah ini memang sudah lama sejak tahun 2004 dan belum ada penyelesaian yang jelas buat kedua belah pihak.

“Kami heran dengan permasalahan ini dan kami sudah menduga ada permainan, anggota dewan pun sebenarnya adalah tujuan kami, kami malah sudah mengusulkan, bahwa untuk Dapil 2 Kabupaten Rokan Hulu itu, sebaiknya di hapuskan anggota dewannya, sebab sudah tidak berguna anggota dewan di sana, sudah sejak dari 2004 itu kurang lebih ada 20 orang, kurang lebih sekitar 15 sampai 20 orang, namun tidak ada penyelesaian juga, jadi kami sudah sepakat, sebaiknya anggota dewan di sana di tiadakan saja karena tidak berguna dan tidak ada manfaatnya sama sekali,” ujar Korlap Aksi Demo tersebut.

Baca juga...  Komnas HAM Bersedia Tukar Info Dengan Polisi Soal Dugaan Penembakan 22 Mei

Aksi demo ini akan terus berlanjut apabila pihak pemerintah daerah tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini yang sudah berlarut-larut dan berkemungkinan akan sampai ke Istana Negara (Presiden. red).

“Kalau terus saja seperti ini tanpa ada kejelasan dan penyelesaiannya, maka aksi kami bukan di sini lagi tempatnya, selanjutnya kami akan turun di depan Istana Negara, urutannya menurut kesepakatan kami begini, pertama kita di sini dulu (Kantor Bupati Rokan Hulu), yang kedua kemungkinan kami akan turun di depan Bapak Gubernur yang baru terpilih dan yang ketiga nanti atau yang terakhir kami akan turun di depan Istana Negara (Presiden.red), itu saja point-point aksi demo kali ini dari pemuda kami, saya selaku Korlap Aksi Demo Perum Hasibuan, hanya itu saja mungkin yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf…Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh,” tutup Perum Hasibuan Korlap Aksi Demo.

Pada aksi demo tersebut, mereka meminta Bupati Rokan Hulu untuk keluar dari kantor dan menjumpai aksi demo, namun sang Bupati tidak ada dan hanya di wakili oleh Kaban Kasbangpol, yaitu Pak Musri.

Untuk meredam aksi demo tersebut, beliau memperbolehkan aksi demo masuk ke dalam dan di dampingi sejumlah pihak Kepolisian dan Satpol PP, tapi cuma sampai di teras Kantor Bupati dan mereka lalu menyampaikan tuntutan kepada Bupati Rokan Hulu Bapak H. Sukiman, dengan point paling utama adalah agar tuntutan mereka ingin di selesaikan secepatnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan & Terima Kasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.