oleh

Bupati dan Sekda Hadiri Mandai Ulu Taon di Bagas Rarangan Huta Haiti

Pasir Pengaraian – Kegiatan tahunan Mandai Ulu Taon di Bagas Rarangan Huta Haiti Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah tahun 2019, Rabu (10/4/2019), berlangsung meriah.

Hadir pada kegiatan itu, Bupati Rokan Hulu H. Sukiman, Sekda Rohul H. Abdul Haris, mantan Sekda Rohul Syarifuddin Nst, juga hadir Sutan Na Opat Mangaraja Na Tolu yakni Sutan Laut Api dari Kubu Baru.

Juga hadir Sutan Tuah dari Haiti, Sutan Kumala Bulan dari Menaming, Sutan Silindung dari Tangun, Mangaraja Timbalan dari Pawan, Mangaraja Liang Sungai Pinang, Mangaraja Timbalan dari Tanjung Berani.

Di hadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Drs. Yusmar M.Si, Camat Rambah Fatahnalia Putra, Danramil Rambah Kapten Inf Juneidi Siregar.

Turut Kapolsek Rambah AKP Hermawan, Kades Rambah Tengah Barat Sofian, Kades Sialang Jaya Yuherman Daulay, Kades Sukamaju Suherdi Hasibuan, Khalifah Basyir, anggota DPRD Rohul Kasmawati, Ketua Panita Damri Nasution, serta alim ulama dan tokoh masyarakat.

Di awal kegiatan, rombongan Bupati Sukiman bersama Sekda Abdul Haris di sambut dengan pencak silat kemudian tor tor sabe sabe dan rombongan mengulosi kain ulos sekaligus diiring ke Balai Bagas Rarangan.

Bupati dalam arahannya, mengharapkan fasilitas yang di bangun pemerintah tersebut dijaga oleh masyarakat. Ia juga berharap dinas terkait, dalam hal ini Disparbud Rokan Hulu membukukan tradisi Mandai Ulu Taon, dengan melakukan study tentunya, sehingga di kenal oleh khalayak ramai dan generasi muda.

Bupati juga resmikan Balai Adat Pertemuan, Balai Adat Rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Djati bersumber dari dana Revitalisasi desa adat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Rp. 585 juta lebih tahun anggaran 2018. Tahun ini, pemerintah daerah Rohul melalui Disparbud untuk acara adat sekitar Rp. 45 juta untuk Mandai Ulu Taon.

Baca juga...  Kabar Gembira, Gaji PNS Naik 5%, Bila Minat Kredit Yamaha R15 Atau Xmax, Bisa!

“Tradisi Mandai Ulu Taon ini sangat baik, karena dapat mempertebal rasa kegotongroyongan masyarakat Mandailing dan akan memberikan pemahaman kepada generasi muda ke depan,” kata Bupati Rohul Sukiman.

Usai makan bersama, Sekda Rohul Abdul Haris mengatakan, lokasi sejarah Rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Djati sangat luar biasa, sebab dari lokasi ini di ketahui sejarah tentang masyarakat Mandailing pertama kali datang ke Kabupaten Rohul.

“Dari sinilah datangnya masyarakat Mandailing yang ada saat ini di tujuh huta (kampung), kalau sekarang kita hitung-hitung ada 21 desa di Rohul,” jelas Sekda Abdul Haris.

Sambung Sekda, dulunya bukan hanya ada Rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Djati saja, tapi ada beberapa rumah tinggal, termasuk rumah tempat pertemuan.

Untuk kedepannya, pemerintah daerah juga masih melanjutkan pembangunan‎, tahun ini kita akan membangun pagar, landscape dan gapura yang sesuai adat istiadat Mandailing di lokasi itu.

‎Bupati juga berharap, sebelum tahun 2020 penulisan sejarah tentang masuknya suku Mandailing ke Kabupaten Rohul sudah di laksanakan, melalui seminar dan merangkum informasi dari masyarakat Mandailing tentunya.

Kepala Disparbud Rohul Yusmar, mengatakan dinasnya akan membuat buku tentang Rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Djati‎, termasuk sejarah pertama kalinya masyarakat Mandailing datang ke Kabupaten Rohul

Pembuatan buku sejarah Mandailing di akui Yusmar, membutuhkan waktu yang lama, karena harus di lakukan study serta seminar dan harus di dudukkan bersama.

Kemudian untuk mengenalkan Rumah Rarangan ini, Disparbud Rohul bersama masyarakat juga berencana membuat even tingkat sumatera yang berhubungan dengan suku Mandailing.

Ketua Panitia Acara, Damri Nasution, mengatakan Mandai Ulu Taon merupakan tra‎disi masyarakat Mandailing di Rohul dan di lakukan setiap tahun setelah masa panen raya.

Acara tersebut juga sebagai ajang silaturrahmi dan membangun gotong royong masyarakat Mandailing, sebab mulai masak nasi dan daging kerbau, serta makan bersama di lakukan secara bersama-sama.

Dirinya berharap, pemerintah bisa menjadi tradisi Mandai Ulu Taon sebagai agenda tahunan dan menjadi tempat wisata, serta pusat informasi tentang sejarah masyarakat Mandailing di Kabupaten Rohul.

Ketua Karang Taruna Desa Rambah Tengah Barat, Arifin Nst S.Ag juga mengharapkan, agar tidak ada kepentingan di kegiatan yang di laksanakan, dan setiap kegiatan agar berjalan dengan baik, akur dalam pelaksanaannya agar lebih sukses, karena kegiatan tahun ini agak sepi di bandingkan tahun lalu.

Bupati, Sekda dan rombongan, juga menyempatkan ziarah ke jejak terakhir Boru Namora Suri Andung Djati, di iringi alat musik ogong (gong), di pimpin Panghulu Somba Muhammad Yamin, di lanjutkan makan bersama di Balai atau Bagas Rarangan. (Ari Fijri).

Komentar

Tinggalkan Balasan & Terima Kasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sebaiknya anda baca