oleh

Di Tegur Joko Widodo, Sofyan Djalil: Revisi Tata Ruang Akan Di Percepat

Jakarta  Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil menanggapi teguran Presiden Joko Widodo mengenai lambatnya proses pengurusan izin pengembangan hotel di Manado, Sulawesi Utara.

Sofyan Djalil menjelaskan Presiden mendapatkan keluhan itu ketika pergi ke Manado mendapati keluhan dari para calon investor hotel yang mempermasalahkan perizinan wilayah yang terganjal Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).

Padahal saat ini Indonesia bagian timur itu sedang menjadi magnet bagi pariwisata sehingga prosesnya harus di permudah.

Lebih jauh Sofyan menjelaskan, RTRW yang hanya bisa di revisi per lima tahun menjadi salah satu kendala dalam memberikan izin lahan tersebut.

Oleh karena itu ia ingin mempercepat proses perubahan rencana tata ruang menjadi hanya tiga tahun saja.

“Karena memang dinamika investasi Manado tumbuh sangat cepat, jadi perlu ada penyesuaian,” ujarnya.

Untuk mempercepat mengubah aturan tersebut, Sofyan mengungkapkan, Presiden Jokowi telah memerintahkan untuk rapat membicarakan perubahan aturan tersebut, sebagai solusi jangka pendek, BPN akan memberikan rekomendasi.

Dalam Undang-undang No. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang, kata Sofyan, di atur sedikitnya tentang tiga area. Ketiga wilayah itu adalah area restricted atau di larang, area yang bisa di mungkinkan dan area di dorong. “Restricted kaya hutan lindung dan lain-lain tidak bisa kita rekomendasikan,” ucapnya.

Sebelumnya pada rapat paripurna kabinet di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 8 Juli 2019, Sofyan Djalil termasuk salah satu menteri yang di tegur Presiden Joko Widodo.

Presiden melihat proses perizinan usaha di lapangan masih terhambat di Kementerian ATR. 

Baca juga...  Dinas Cipta Karya Provinsi Riau Berikan 300 Unit Bantuan Bahan Bangunan Rumah Di Rokan Hulu

Komentar

Tinggalkan Balasan & Terima Kasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sebaiknya anda baca