oleh

Fraksi PDIP dan PSI Cekcok Saat Rapat Anggaran DKI Jakarta

Jakarta – Rapat Komisi C DPRD DKI Jakarta berakhir ricuh saat tengah membahas Penyertaan Modal Daerah dengan PDAM, kericuhan ini bermula dari cekcok mulut antara sesama anggota DPRD Komisi C.

Cekcok yang terjadi di ruang rapat ini melibatkan Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan Cinta Mega dengan Fraksi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Anthony Winza. 

Cekcok ini dimulai dengan pernyataan Cinta saat tengah melakukan pembahasan pendalaman anggaran bersama PDAM. Di tengah pembahasan, Cinta secara tiba-tiba justru meminta Anthony tidak menyebar pembahasan rapat kepada awak media. 

Permintaan Cinta pun langsung ditanggapi Anthony yang merasa dituduh secara sepihak oleh Cinta di tengah rapat yang masih berlangsung. 

“Ini tuduhan apa lagi,” kata Anthony menanggapi tudingan Cinta di ruang rapat Komisi C DPRD, Jakarta, Kamis (5/12) malam. 

Keduanya pun masih terus adu mulut hingga saling bantah bahkan saling menunjuk satu sama lain. Cekcok itu pun mengundang anggota lainnya yang langsung melerai perselisihan antara Cinta dan Anthony. 

Tak berapa lama, Ketua komisi C, Habib Muhamad bin Salim Alatas pun memutuskan untuk menskor rapat tersebut. Tak hanya itu dia juga langsung meminta Anthony untuk masuk ke dalam ruangan dewan. 

“Anthony saya pimpinan rapat, masuk ke dalam dulu,” kata Habib.

Usai itu Anthony yang tampaknya masih emosi atas tudingan yang dilontarkan Cinta itu pun langsung memasuki ruang dewan, tak berapa lama seluruh awak media yang meliput kegiatan rapat tersebut pun diminta meninggalkan lokasi oleh petugas Pamdal yang masih berjaga di sekitar Gedung DPRD. 

Anggota Komisi C Andyka meminta semua pihak tak membesar-besarkan hal tersebut, menurut dia hal ini memang dinamika yang lazim terjadi saat anggota dewan melakukan pembahasan anggaran. 

Menurutnya anggota Komisi C kecewa dengan sikap Anthony yang dituding telah menyebarkan hasil pembahasan rapat ke awak media. 

Hal itu berkaitan dengan pengadaan satu unit komputer beserta perangkatnya dengan nilai mencapai angka Rp. 128 miliar.

Dari pengamatan, Anthony sebenarnya tak menyebarkan perihal pengadaan unit komputer oleh Badan Penerimaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) ke awak media. 

Anthony justru mempertanyakan terkait pengadaan unit komputer dengan harga fantastis tersebut langsung ke Kepala BPRD saat rapat pembahasan kamis siang tadi berlangsung. 

Rapat tersebut sendiri memang terbuka, dan awak media diberi kebebasan untuk meliput kegiatan tersebut. Hingga berita ini ditulis, baik Anthony maupun Cinta belum memberikan keterangan apapun.

Komentar

Tinggalkan Balasan Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkait