oleh

Joko Widodo Rekor Berpolitik, Tak Terkalahkan Dalam Setiap Pemilu Yang Di Ikutinya

Jakarta Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal sengketa Pilpres 2019 mengukuhkan kemenangan pasangan capres Joko Widodo (Jokowi) dan cawapres Ma’ruf Amin.

Kemenangan ini juga menandai rekor politik Joko Widodo yang tak pernah kalah dalam setiap pemilu.

Joko Widodo merupakan seorang politikus PDIP dengan latar belakang pengusaha mebel, usaha mebel itu di tekuninya setelah mendapat bekal ilmu selama kuliah di Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kegigihan Jokowi dalam menjalankan bisnis mebel membuat usahanya semakin besar.

Jokowi kemudian menikah dengan Iriana di Solo pada 24 Desember 1986, dari pernikahannya itu, Jokowi di karuniai tiga orang anak yaitu Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep.

Jokowi memulai karir politiknya sebagai Wali Kota Solo pada 2005. Jokowi maju bersama Fx Hadi Rudyatmo dengan di usung oleh PDIP dan PKB.

Gaya kepemimpinannya mulai menjadi perhatian publik. Jokowi saat itu di sebut-sebut sebagai pribadi yang sederhana.

Karir politiknya makin moncer kala Jokowi kembali terpilih sebagai wali kota di pemilihan kepala daerah tahun 2010.

Di era kepemimpinannya, Jokowi kerap mengadakan kegiatan acara nasional dan internasional di Solo.

Jokowi juga di nobatkan sebagai wali kota terbaik ketiga di dunia versi Yayasan Wali Kota Sedunia (The City Mayors Foundation) pada 2013.

Jokowi di anggap telah membentuk citra kota Solo sebagai kota seni budaya hingga bisa menarik wisatawan datang.

Di nilai sukses sebagai Wali Kota Solo, Jokowi di lirik sejumlah elite politik nasional untuk maju di Pilgub DKI 2012.

Jokowi yang saat itu berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) berhasil mengalahkan petahana Fauzi Bowo.

Jokowi-Ahok terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.

Baca juga...  Yusril Tertawakan Ide Bawa Sengketa Pilpres Ke Mahkamah Internasional

Belum genap menjabat sebagai gubernur, Jokowi di dorong untuk berlaga di Pilpres 2014.

Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK) berhasil memenangkan kontestasi politik tersebut.

Jokowi berterimakasih atas mandat yang di berikan rakyat, dia juga menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada sang rival, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

“Kemenangan ini adalah kemenangan seluruh rakyat Indonesia. Saya berharap, kemenangan rakyat ini akan melapangkan jalan untuk mencapai dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara kebudayaan,” kata Jokowi saat menyampaikan pidato kemenangan di atas kapal phinisi.

Lima tahun berselang, Jokowi kembali berhadapan dengan Prabowo Subianto. Bedanya, Jokowi kali ini berpasangan dengan Ma’ruf Amin. Sedangkan Prabowo menggandeng eks Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Proses rekapitulasi suara Pilpres 2019 yang di lakukan KPU memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf dengan perolehan 85.607.362 suara, sementara Prabowo-Sandiaga 68.650.239 suara.

Prabowo-Sandiaga kemudian mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas penetapan hasil rekapitulasi suara tersebut, namun MK menolak seluruh permohonana gugatan Prabowo-Sandiaga.

“Mengadili, menyatakan, dalam eksepsi menolak eksepsi termohon dan pihak terkait untuk seluruhnya, dalam pokok permohonan menolak permohonan Pemohon untuk seluruhnya,” ujar Ketua MK Anwar Usman membacakan amar putusan dalam sidang gugatan hasil pilpres di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019).

Jokowi mengajak seluruh bangsa Indonesia kembali bersatu setelah Pilpres 2019. Dia ingin Indonesia menjadi bangsa yang maju.

“Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu kembali, bersama-sama membangun Indonesia, bersama-sama memajukan Indonesia, tanah air Indonesia,” kata Jokowi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (27/6/2019).

Jokowi mengatakan, kini tak ada lagi 01 dan 02, yang ada adalah persatuan Indonesia.

“Tidak ada lagi 01 dan 02, yang ada sekarang persatuan Indonesia, walau pilihan politik berbeda, kita harus saling menghargai, walaupun pilihan politik kita berbeda, kita harus saling menghormati, walaupun pilihan politik kita berbeda pada saat pilpres, kita harus sampaikan presiden-wakil presiden terpilih adalah presiden bagi seluruh bangsa, bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutur Jokowi.

Atas putusan MK itu, KPU akan menetapkan Jokowi-Ma’ruf sebagai capres dan cawapres terpilih pada Minggu 30 Juni 2019, selanjutnya Jokowi-Ma’ruf akan di lantik pada Oktober mendatang.

“Tindak lanjut sesudah putusan, pertama, kami akan lakukan rapat pleno terbuka penetapan pasangan terpilih pada Minggu, 30 Juni 2019, di kantor KPU pukul 15.30 Wib, rangkaian acara pukul 15.30 Wib. Kalau tak ada halangan, pukul 17.00 Wib akan selesai,” ucap Ketua KPU Arief Budiman kepada wartawan di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019).

Komentar

Tinggalkan Balasan & Terima Kasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sebaiknya anda baca