oleh

KODE ETIK DALAM JURNALISME

Kode Etik dalam Jurnalisme

https://www.rokanhulunews.com/

Himpunan dan federasi wartawan di seluruh dunia sudah membentuk kode-kode etik untuk memandu kerja para wartawan anggotanya, kode etika mencakup apa saja mulai dari plagiat sampai ke privasi dan dari koreksi sampai kerahasiaan, ada yang ringkas dan kata-katanya kabur, namun ada pula yang panjang lebar dan sangat eksplisit.
Claude-Jean Bertrand, guru besar di Universitas Paris Prancis yang telah meneliti kode-kode etika dari banyak negara, mengatakan bahwa kebanyakan kode etika itu mencakup tiga unsur dasar, yaitu : (1) nilai-nilai fundamental termasuk penghormatan pada kehidupan dan solidaritas manusia; (2) larangan fundamental, termasuk tidak berbohong, menyebabkan kerugian yang tidak perlu atau menggunakan milik orang lain; (3) prinsip-prinsip jurnalistik termasuk keakuratan, keadilan, dan independensi.

Kode-kode ini kadang-kadang bersifat sukarela dan tanpa konsekuensi yang jelas bagi pelanggarnya, rekan sejawat dan majikan di harapkan meminta pertanggungjawaban dari wartawan yang bertindak tidak etis.

Di beberapa negara, Dewan Pers mendengarkan keluhan terhadap wartawan dan dapat merekomendasi tindakan untuk memperbaiki kesalahan, majalah-majalah pengulas jurnalisme juga berfungsi sebagai korektor dengan memaparkan tingkah-laku wartawan yang tidak etis. Beberapa organisasi berita punya seorang staf yang di sebut ombudsman dengan tugas melihat-lihat kesalahan, pelanggaran etika, serta menjadi wakil publik di dalam ruang redaksi.

Di negara-negara tempat wartawan wajib menjadi anggota serikat kerja atau himpunan, kode etikanya sering mencakup sebuah ketentuan pelaksanaannya, misalnya, Himpunan Wartawan Australia mempunyai komisi hukum yang menyelidiki tuduhan tingkah-laku tidak etis terhadap wartawan.

Wartawan yang di ketahui melanggar dapat di cela, di denda atau di keluarkan dari kelompoknya, selain kode etika nasional dan regional, banyak organisasi berita mempunyai kode tingkah laku atau standar praktik sendiri yang di harapkan akan di ikuti oleh para wartawannya.

Baca juga...  DELIK PERS PENGHINAAN

Kode ini mungkin menyebutkan tindakan atau kegiatan spesifik yang mungkin di anjurkan atau di larang atau yang memerlukan persetujuan wartawan, banyak peraturan dalam kode tingkah-laku redaksi berkaitan dengan independensi jurnalistik, bahkan untuk menghindari konflik kepentingan, wartawan mungkin di larang mempunyai saham atau kepentingan pribadi di perusahaan yang mereka liput.

Wartawan mungkin tidak boleh mengambil posisi publik dalam sebuah isu politik atau secara terbuka mendukung seorang calon untuk jabatan publik. Organisasi berita mungkin melarang wartawan punya hubungan bisnis dengan sumber berita manapun atau melakukan pekerjaan sampingan demi uang kecuali atas persetujuan manajer.

Mungkin mustahil menghindar setiap potensi konflik, tetapi wartawan perlu menyadari bahwa tingkah-laku mereka bisa memberi kesan buruk pada organisasi berita, bila mereka merasa bahwa konflik mungkin timbul di harapkan memberi tahu atasan.

Wartawan yang mempunyai hubungan pribadi dengan sebuah berita mungkin bisa meminta wartawan lain untuk menggantikannya, banyak organisasi berita menjadikannya suatu praktik dengan meminta wartawan mengungkapkan hubungan dalam berita-berita
yang mungkin menyiratkan adanya konflik kepentingan, sekalipun sebenamya konflik itu tidak ada.

Kode tingkah pada umumnya berupa dokumen internal, tetapi makin banyak organisasi berita yang memasang di situs web, sehingga publik bisa tahu apa yang mereka harapkan dan dapat meminta koran atau stasiun siaran bertanggung jawab manakala standar itu di langgar.

Komentar

Tinggalkan Balasan & Terima Kasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sebaiknya anda baca