oleh

KODE ETIK JURNALIS YANG PROFESIONAL

https://www.rokanhulunews.com

Para anggota masyarakat jurnalis profesional percaya bahwa pencerahan merupakan pelopor keadilan dan landasan demokrasi, kewajiban seorang wartawan adalah mendorong tercapainya tujuan-tujuan ini dengan mencari kebenaran, dan menyediakan uraian yang jujur dan lengkap tentang peristiwa dan isu, wartawan yang berhati nurani dari semua media dan keahliannya untuk melayani publik dengan ketelitian dan kejujuran, integritas profesi adalah dasar bagi kredibilitas wartawan, masyarakat jurnalis profesional menjunjung tinggi perilaku etis dan menggunakan kode ini untuk menyatakan prinsip-prinsip dan standar jurnalis profesional, yaitu :

1. Bersifat Jujur, Adil dan Berani.
Wartawan harus jujur, adil dan berani dalam mengumpulkan dan menafsirkan informasi, wartawan hendaknymenguji ketepatan informasi dari semua sumber dan menjalankan kehati-hatian untuk menghindari kesalahan sia-sia, pemelintiran secara sengaja tidak di perbolehkan.

  1. Rajin menemukan subjek dari berita agar mereka mempunyai kesempatan untuk menanggapi tuduhan perbuatan tidak baik.
  2. Berusaha mengungkap jati diri nara sumber bila mungkin, publik berhak mendapatkan informasi sebanyak mungkin tentang kredibilitas nara sumber.
  3. Senantiasa menanyakan motif nara sumber sebelum berjanji tidak akan menyebutkan namanya, menjelaskan syarat-syarat yang menyertai janji itu sebagai ganti informasi yang di terima.
  4. Memastikan bahwa kepala berita, isi berita dan bahan-bahan promosi, foto, video, audio, grafik, inti pernyataan dan kutipan seseorang tidak di salahpahami dan menghindari untuk menyederhanakan atau terlalu menyoroti peristiwa-peristiwa sampai keluar konteks.
  5. Menghindari memelintir isi foto atau video berita, pembesaran gambar demi kejelasan teknis di perbolehkan.
  6. Menghindari rekonstruksi yang menyesatkan atau peristiwa berita yang sudah di atur.
  7. Menghindari metode pengumpulan informasi secara sembunyi-sembunyi atau mencuri-curi, kecuali jika cara-cara terbuka yang biasa tidak bisa memberikan informasi yang penting bagi masyarakat, penggunaan metode demikian harus di jelaskan sebagai bagian dari berita.
  8. Menjauhi plagiat.
  9. Menceritakan variasi dan pentingnya pengalaman manusia dengan penuh keberanian.
  10. Menghindari stereotip berdasarkan ras, jenis kelamin, agama, suku, geografi, penampilan fisik dan status sosial.
  11. Mendukung pertukaran pandangan yang terbuka, bahkan pandangan yang menyinggung sekalipun.
  12. Memberdayakan kaum pinggiran dan sumber-sumber resmi maupun tidak resmi.

 
2. Meminimalkan Kerugian.
Jurnalis yang etis memperlakukan narasumber, subjek dan rekan kerjanya sebagai manusia yang pantas di hormati, jurnalis hendaknya :

  1. Menunjukkan simpati kepada mereka yang mungkin terkena dampak buruk pemberitaan, menggunakan kepekaan yang khusus bila sedang berhadapan dengan anak-anak atau narasumber dan subjek yang tidak berpengalaman.
  2. Bersikap peka bila sedang mengusahakan, atau menggunakan wawancara atau foto bagi yang menjadi korban bencana alam.
  3. Menyadari bahwa mengumpulkan dan melaporkan berita bisa menyebabkan kerugian dan ketidaknyamanan.
  4. Menyadari bahwa orang biasa mempunyai hak yang lebih besar untuk menyimpan informasi tentang diri mereka dari pada pejabat publik atau orang lain yang mencari kekuasaan, pengaruh atau perhatian.
  5. Berhati-hati dalam menyebutkan jati diri tersangka yang masih remaja atau korban kekerasan seks.
  6. Berhati-hati dalam menyebutkan nama tersangka kejahatan sebelum ada dakwaan resmi.

 
3. Bertindak lndependen.
Wartawan hendaknya bebas dari kewajiban kepentingan apa saja, selain dari hak masyarakat untuk tahu, seorang jurnalis hendaknya :

  1. Menghindari konflik kepentingan baik yang nyata maupun di duga.
  2. Tetap bebas dari kaitan kegiatan yang mungkin mengganggu integritas atau merusak kredibilitas.
  3. Menolak hadiah, pilih kasih, ongkos, perjalanan gratis atau perlakuan khusus, serta menghindari kerja sampingan, keterlibatan politis, jabatan publik atau dinas dalam organisasi komunitas jika mengganggu integritasnya sebagai wartawan.
  4. Membeberkan konflik yang tidak terhindarkan.
  5. Waspada dan berani meminta pertanggungjawaban orang yang berkuasa.
  6. Tidak memberi pelayanan istimewa bagi pemasang iklan.
  7. Berhati-hati dengan nara sumber yang menawarkan informasi demi perlakuan khusus atau uang.
  8. Bertanggung jawab.
  9. Menceritakan dengan rinci dan menjelaskan liputan berita serta mengundang dialog dengan publik tentang perilaku jurnalis.
  10. Mendorong publik untuk menyuarakan keluhan mereka terhadap media berita.
  11. Mengakui kesalahan dan mengoreksinya dengan segera.
  12. Mempublikasikan praktik tidak etis jurnalis dan media berita.
  13. Mematuhi standar yang sama tingginya dengan standar yang mereka harapkan dipatuhi orang lain.

Kebebasan dan etika jurnalisme yang penulis paparkan di atas adalah sebagai refleksi atas perjuangan pers dan wartawan untuk mewujudkan pers yang bebas dari unsur kepentingan, kekuasaan, dan faktor-faktor lain yang merusak jati diri dunia pers.

Baca juga...  TANTANGAN INTERNAL PERS

Pers yang bebas membentuk tatanan masyarakat yang transparan, kontrol yang kuat, dan keadilan untuk kemajuan dan kemakmuran rakyat, dengan adanya pers yang bebas ini, masyarakat ikut berperan serta dalam mengontrol jalannya roda pemerintahan.

Rakyat semakin dewasa dan bebas memberikan masukan untuk perbaikan kinerja, penyelewengan sedikit atau banyak akan berkurang dengan di tegakkannya keadilan yang di ekspos oleh wartawan, tujuan pers yang bebas pada akhirnya untuk memenuhi keadilan rakyat dan untuk mendapatkan berita sesuai fakta yang terjadi, pada akhirnya, pers yang bebas sangat menentukan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara, akhirnya, kita perlu merenungkan perkataan Joseph Pulitzer dalam The North American Review, “Republik kita dan pers-nya akan timbul dan tenggelam bersama-sama, pers yang sinis, mata duitan dan menggebu-gebu akan menghasilkan masyarakat yang sama rendahnya, bukan mencerdaskan tapi melah membuat pembodohan publik.

Komentar

Tinggalkan Balasan & Terima Kasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sebaiknya anda baca