oleh

Media Platform Teknologi Komunikasi

Media Masa Depan dan Platform Teknologi Komunikasi

Teknologi komunikasi membutuhkan platform pengembangan yang jelas di masa depan, bahwa saat ini perkembangan teknologi telematika berada pada situasi ekonomi, di mana tidak ada platform yang jelas arah pengembangan-nya. 

Hal ini di sebabkan karena setiap negara berlomba-lomba mengembangkan teknologi telematika sesuai dengan pasar nasional maupun internasional, bahkan perkembangan teknologi tersebut tanpa uji coba manfaat, risiko dan masalah model.

Namun sudah di pasarkan di masyarakat, dengan kata lain biaya uji coba dibebankan kepada masyarakat pengguna teknologi itu sendiri, produsen teknologi telematika bahkan menggunakan masyarakat konsumen sebagai laboratorium uji coba kelayakan telematika yang di produksinya.

Sehubungan dengan itu perkembangan media baru (new media) menjadi kajian tersendiri yang serius dalam aspek-aspek sosial, dengan kata lain yang paling merisaukan dari pengembangan teknologi telematika adalah para ahli ilmu-ilmu sosial, karena para ahli teknologi menciptakan teknologi telematika dengan modus melemparkan beban sosial dari teknologi yang di ciptakan itu kepada para ahli ilmu sosial.

Apabila teknologi telematika berkembang sebagai hasil replikasi dari realitas sosial masyarakat, maka saat ini teknologi telematika memiliki beban yang harus diselesaikan, karena sampai hari ini teknologi baru dapat merefleksi tempat dan waktu serta pewarnaan.

Waktu dan tempat (time and space) di atasi dengan real-time, jadi media telah dapat menembus realitas masyarakat dengan dapat menyiarkan sebuah peristiwa di tempat lain ataupun di belahan bumi lain dalam waktu sesaat atau waktu saat itu. 

Berbagai kejadian yang terjadi ditempat lain, telah dapat di saksikan oleh orang lain di tempat lain yang sangat jauh sekalipun, walaupun persoalan tempat dan waktu ini masih memiliki keterbatasan yang prinsipiil dari sesungguhnya pemecahan misteri time and space.

Namun sesungguhnya pemecahan misteri real-time saat ini sudah dapat membantu manusia untuk mengatasi sekian banyak keterbatasan masyarakat dalam persoalan waktu dan tempat itu sendiri.

Persoalan pewarnaan secara sempurna telah dapat di pecahkan sehingga media melalui televisi sudah dapat menyiarkan secara real-time tentang pewarnaan, pada awal persoalan pewarnaan ini menjadi wacana dan polemik, karena mungkinkah warna dapat di citrakan oleh media, namun ternyata wacana itu dapat di jawab. 

Karena itu di masa depan persoalan adalah : 
(a) realita maya (virtual reality 
(b) aroma; 
(c) rasa; dan 
(d) sentuhan menjadi misteri yang harus dipecahkan, termasuk juga adalah bagaimana risiko-risiko sosial terhadap pemecahan misteri itu.

Persoalan misteri realita maya, sebagaimana di jelaskan di atas tak lama lagi akan dapat dipecahkan karena begitu cepat perkembangan teknologi pencitraan dan real-time saat ini, namun yang menjadi persoalan besar adalah bagaimana persoalan aroma, rasa, sentuhan dapat di manfaatkan oleh masyarakat ketika dia nonton sebuah siaran televisi, bisakah aroma sabun mandi yang di siarkan iklan TV saat itu dapat dicium juga oleh pemirsa, bisakah mie goreng yang sedang di iklankan itu dapat di rasakan, begitu juga dapatkah ia menyentuh kulit bintang iklan sabun yang sedang di iklankan saat itu. 

Semua ini adalah refleksi kehidupan masyarakat dan menjadi misteri yang mestinya dapat dipecahkan, melihat arah pengembangan teknologi telematika saat ini, maka secara optimis dapat diprediksi bahwa teknologi-teknologi dapat di ciptakan dalam waktu dekat, apalagi gagasan-gagasan tentang media aroma, rasa, dan sentuhan sejak tahun 1980-an telah dijadikan wacana.

Namun demikian, bagaimana dengan persoalan masyarakat yang berkaitan dengan norma dan tatanan dalam masyarakat, karena setiap temuan teknologi selalu memberi dampak pada perubahan sosial di masyarakat, bagaimana pula dengan persoalan hukum, semua akan berubah, karena masyarakat yang akan datang adalah masyarakat yang ditata berdasarkan logika-logika teknologi, sehingga persoalan normatif juga harus menyesuaikan dengan logika-logika teknologi tersebut, dengan demikian maka gagasan sosioteknologi merupakan gagasan yang penting dan mendesak untuk dipikirkan oleh masyarakat saat ini.

Melihat perkembangan teknologi telematika saat ini, maka sesungguhnya kita membutuhkan platform media, menurut Sayling Wen (2001) platform media masa depan adalah :


(a) Jaringan nirkabel ber-bandwidth lebar,

(b) Komputer notebook multimedia, dan 
(c) Komputer jaringan nirkabel multimedia genggam.

Penggunaan jaringan berkabel memiliki keterbatasan gerak yang luar biasa, karena itu untuk mendukung aktivitas masyarakat yang dinamis, maka platform media masa depan adalah nirkabel yang ber-bandwidth lebar, saat ini teknologi nirkabel sudah dapat diciptakan namun masih sangat terbatas seperti infrared. 

Teknologi ini sangat terbatas density maupun jaraknya, kemudian di sempurnakan dengan bluetooth, teknologi bluetooth, cukup menjawab kebutuhan nirkabel namun juga sangat terbatas, dalam waktu dekat bluetooth sudah di gantikan dengan wifi.

Teknologi wifi sudah amat membantu teknologi nirkabel karena densitiy yang memadai dan kendala yang sudah dapat diatasi, saat ini di tempat-tempat umum, seperti mall, cafe maupun perkantoran umum kita sudah dapat menggunakan wifi untuk mengakses Internet tanpa harus menggunakan kabel telepon. 

Pada saat yang akan datang kita membutuhkan wifi yang disempurnakan lagi dengan edge, yang konon merupakan teknologi baru yang memiliki kelebihan yang lain, masyarakat pun tetap menunggu teknologi-teknologi nirkabel lainnya yang ber-bandwidth lebar dan luas tanpa batas.

Platform teknologi komunikasi masa depan juga membutuhkan komputer notebook multimedia yang berfungsi sebagai terminal media, komputer ini memiliki kemampuan berkoneksi dengan teknologi apa saja sehingga memudahkan konvergensi dengan teknologi apa saja, di mana saja dan kapan saja. 

Platform teknologi komunikasi juga membutuhkan jaringan nirkabel multimedia genggam, teknologi ini sudah dapat di gunakan dalam bentuk PDA.

Personal Data Access (PDA) atau asisten digital pribadi, dapat menerima keenam media komunikasi antar pribadi dan media penyimpanan, namun ia lebih kecil dan lebih mudah di bawa-bawa, selain harganya yang sangat murah, konsumsi energinya yang lebih hemat, ukurannya lebih kecil dan penggunaannya lebih sederhana.

Dengan PDA, kita tidak lagi membutuhkan komputer, telepon, mesin fax, mailbox suara dan e-mail untuk komunikasi, karena PDA telah menyediakan semuanya.

Baca juga...  Facebook Di Denda Rp.70 T Oleh FTC Amerika, Masalah Skandal Cambridge Analytica

Komentar

Tinggalkan Balasan & Terima Kasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sebaiknya anda baca