oleh

TANTANGAN INTERNAL PERS

https://www.rokanhulunews.com/

Tantangan internal pers

Kalau kita sepaham, segala yang di nikmati pers selama 18 tahun terakhir dengan segala kelebihan dan kekurangannya, sudah saatnya di lakukan evaluasi menyeluruh dan mendasar, yaitu yang pertama adalah sudah waktunya pers, baik untuk diri maupun lingkungan, bersikap bahwa masa transisi tidak perlu di perpanjang lagi.

Berpanjang-panjang dengan masa transisi, dapat membentuk tingkah laku yang membenarkan segala ketidaknormalan dan mencari-cari pembenaran atas ketidaksanggupan kita membangun tatanan pers, politik, sosial dan lainlain menuju peradaban yang sejahtera, damai, harmonis, saling menghormati, saling menghargai dalam persamaan dan perbedaan, terbuka, bertanggung jawab dan berdisiplin, yang kedua sudah waktunya kita merumuskan secara lebih terarah masa depan pers menghadapi berbagai keadaan dan perubahan yang mesti akan terjadi.

Beberapa faktor yang akan mempengaruhi masa depan pers kita, beberapa persoalan yang lazim di bicarakan dalam diskusi dan pelatihan pers adalah :

Pertama; tantangan yang bertalian dengan pers atau pelaku pers sebagai profesi, pada saat ini, masyarakat tidak sekedar menghadapi pers yang tidak profesional, tidak bekerja menurut kaidah-kaidah profesi. Problematik yang sangat merisaukan adalah perilaku-perilaku pers, c.q. wartawan yang menggunakan kartu pers untuk melakukan perbuatan tidak terpuji, hampir semua diskusi publik yang kita adakan di daerah, mengeluh mengenai wartawan yang disebut wartawan abal-abal.

Mereka tidak mencari berita, melainkan menyalahgunakan kartu pers untuk memeras sumber berita, seperti di sekolah-sekolah yang mengelola dana BOS. Hal ini terjadi karena beberapa hal, yaitu :

  1. Sistem rekrutmen yang tidak didasarkan pada syarat-syarat jurnalistik yang cukup, melainkan sekedar, orang-orang yang mencari pekerjaan.
  2. Masih banyak perusahaan pers tidak memiliki sistem pendidikan dan pelatihan yang sistematik untuk meningkatkan mutu pers. Ada perusahaan pers yang lepas tangan.
  3. Tidak ada penggajian atau kompensasi yang memadai, sehingga kalau kita sepaham, segala yang di nikmati pers selama 14 tahun terakhir dengan segala kelebihan dan kekurangannya, sudah saatnya di lakukan evaluasi menyeluruh dan mendasar.
  4. Tidak pula jarang, para penyelenggara memerintahkan, terutama di daerah yang dengan sengaja memelihara wartawan peminta-minta sebagai imbalan tidak memberitakan hal-hal yang dapat di pandang membuka aib pemerintahan yang bersangkutan.
  5. Di dapati juga perusahaan pers yang dibentuk sekedar untuk mendapat keuntungan atau peluang menampakkan diri dalam percaturan sosial dan politik untuk meraih kedudukan atau kemudahan tertentu.
Baca juga...  ETIKA DAN PRINSIP JURNALISTIK

Komentar

Tinggalkan Balasan & Terima Kasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sebaiknya anda baca